Posted in Bookmark, Did You Know, Inspirasi, Sekolah

Sebuah Dongeng Pendidikan tentang UJIAN dan ULANGAN (Bagian 1)

  1. Suatu ketika seorang anak mendapatkan sebuah sepeda baru dari orangtuanya. Si anak sangat senang sekali dan dia diberikan kesempatan oleh orangtuanya untuk mencoba mengendarainya. Setelah selesai mencobanya, si Anak bercerita kepada Ayahnya “, Aku tadi mencoba kemampuan sepeda baru ini, seberapa gesit dan seberapa cepat sepeda motor melaju di jalan”. Ayahnya menyahut”, Hati-hati, tapi kalau boleh tahu, berapa kecepatan sepeda motormu tadi? “. Si Anak menjawab”, Tadi aku coba kendarai dengan kecepatan hampir 100 km/jam , gesit sekali !”.
  2. Seorang Teknisi Elektronika sedang melakukan pengujian Tegangan Kerja dari sebuah Unit TV yang rusak. Teknisi ini menemukan kejanggalan dari Catu Daya Utama TV ini, yang seharusnya 115 Volt, namun terukur hanya 65 Volt. Sang Teknisi akhirnya mencurahkan perhatiannya di bagian yang dicurigai mengalami kerusakan yang mengakibatkan rendahnya tegangan Catu Daya Utama TV.

Dari kedua ilustrasi tersebut nampak jelas bahwa penilaian merupakan hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari, dan bukanlah hal yang istimewa. Penilaian dilakukan untuk mengetahui kehandalan (performa), Ketahanan (robustness), kecepatan (speed) dan juga untuk diagnosa mencari sebab musabab kegagalan atau ketidakberesan suatu sistem (troubleshooting).Demikian juga dengan Ujian, Ulangan, Test atau apapun namanya. Terkadang seluruh komponen Sekolah “lupa” bahwa pelaksanaan Ujian-Ulangan-Test HANYA untuk menghasilkan NILAI, dan  NILAI ini kemudian menjadi segala-galanya.

 Beberapa pihak, dan patut disayangkan, pihak ini adalah dari kalangan guru,bahwa bila NILAI JELEK bisa membuat nasib siswa menjadi BURUK. Sehingga untuk ‘MEMBUAT” nasib menjadi “BAIK” , maka banyak cara ditempuh, sehingga Ujian-Test-Ulangan menjadi kehilangan MAKNA dan TUJUAN AWAL mengapa Ujian-Test-Ulangan itu diselenggarakan.

 

Marilah kita kembali kepada dua ilustrasi diatas. Pada ilustrasi pertama,Apakah yang terjadi jika sebenarnya Sang Ayah telah melakukan MODIFIKASI pada SPEDOMETER ? sehingga SPEDOMETER menunjuk angka yang lebih tinggi dari kecepatan sebenarnya dari sepeda yang dikendarai anaknya ?  dan pada Ilustrasi kedua, bagaimana seandainya jika Alat Ukur yang digunakan Teknisi Elektronika tersebut tidak akurat atau bahwa mengukur lebih rendah atau lebih tinggi dari seharusnya ?

 

Ujian-Ulangan-Test sebenarnya adalah SEBUAH ALAT UKUR PROSES PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN, karena Materi Soal Ujian adalah sebuah Alat Ukur, maka seorang guru mempersiapkan Bahan-bahan yang akan diujikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengukur PENGUASAAN materi pembelajaran oleh siswa berdasarkan kisi-kisi kompetensi yang SEHARUSNYA dikuasai oleh siswa. Sebaliknya bagi siswa, Ujian-Ulangan-Test adalah merupakan SARANA untuk MENGETAHUI bagian-bagian kompetensi manakah yang belum dikuasai. 

 Ujian_Edan

Dari sinilah kemudian seharusnya muncul semangat SIMBIOSIS MUTUALIS (saling membutuhkan dan menguntungkan) dalam konotasi positif, dalam arti bahwa melalui Ujian-test-ulangan, Guru mendapatkan informasi untuk melakukan tindakan-tindakan strategis dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikannya serta bagi Siswa untuk mendapatkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas.

 

Apabila kedua hal ini dipahami bersama, maka antara pihak Guru dan Siswa dapat saling membantu dalam mencapai hakekat dari kegiatan belajar mengajar itu sendiri.

 

Akan menjadi sangat ironis apabila alat ukur yang dirancang guru sebagai upaya untuk diagnosa keberhasilan belajar namun kemudian dari pihak siswa melakukan UPAYA untuk mengelabui Spedometer atau memberikan hasil pengukuran yang lebih tinggi dari sebenarnya, maka guru akan SALAH MENAFSIRKAN hasil pembelajaran itu sendiri dan JUSTRU akan berakibat fatal bagi siswa itu sendiri.

 

Dipihak guru sendiri juga akan berakibat fatal apabila kemudian ternyata HASIL PENILAIAN juga menunjukkan angka yang bukan sebenarnya, karena dengan demikian sang Guru telah menipu anak didiknya sendiri.

 

……………………………………………………………………………

 

nantikan Dongeng Pendidikan ini bersambung pada Bagian 2 hanya di BTNT🙂

kutipan oleh : Hari Wahyudi

Author:

Sederhana seperti yang Anda pikirkan

Jangan Lupa Berkomentar :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s